Go Digital: 96 Siswa MTsN 3 Banjar Ikuti Ujian Madrasah Berbasis Google Form, Pengawas Madrasah Beri Apresiasi

05 Mei 2026, 10:22:08 WIB Pendidikan
Go Digital: 96 Siswa MTsN 3 Banjar Ikuti Ujian Madrasah Berbasis Google Form, Pengawas Madrasah Beri Apresiasi

Purwaharja (KEMENAG) Ujian tak lagi pakai kertas. MTs Negeri 3 Banjar resmi menggelar Ujian Madrasah (UM) Tahun Ajaran 2025/2026 berbasis Google Form bagi 96 siswa kelas IX, mulai 4 hingga 11 Mei 2026.


Sejak pagi, ruang kelas MTsN 3 Banjar di Purwaharja berubah jadi “ruang digital”. Siswa mengakses soal lewat smartphone dan laptop masing-masing, diawasi langsung oleh guru dan panitia. Suasana tertib, lancar, tanpa suara kertas dibalik.

Baca Lainnya :


Kepala MTsN 3 Banjar, H. Bubun Sihabul Millah, M.Ag, membuka langsung pelaksanaan UM. “Pada tahun ini, pelaksanaan Ujian Madrasah dilaksanakan dengan memanfaatkan teknologi, yaitu menggunakan Google Form. Hal ini merupakan bagian dari upaya madrasah dalam mengikuti perkembangan zaman serta meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam proses evaluasi,” ujarnya di hadapan peserta.


Bubun berpesan, UM bukan sekadar mengukur nilai. “Ujian Madrasah merupakan salah satu tahap penting dalam perjalanan pendidikan kalian di madrasah ini. Ujian ini bukan hanya sebagai alat untuk mengukur kemampuan akademik, tetapi juga sebagai sarana untuk melatih kejujuran, kedisiplinan, dan tanggung jawab,” tegasnya.


Pelaksanaan UM hari pertama mendapat monitoring langsung dari Pengawas Madrasah Kota Banjar, H. Muslikhin, M.Pd.I. Ia meninjau ruang ujian dan menyaksikan proses digital berjalan.


“Penggunaan teknologi dalam ujian merupakan langkah positif dalam meningkatkan efisiensi dan transparansi penilaian,” kata Muslikhin. Ia mengapresiasi kesiapan MTsN 3 Banjar. “Madrasah sudah siap. Ini bukti madrasah tidak ketinggalan era digital,” tambahnya.


Meski berbasis online, siswa terlihat antusias dan cepat beradaptasi. Kendala kecil seperti sinyal dan keterbatasan perangkat langsung diatasi madrasah dengan menyediakan perangkat cadangan dan memperkuat jaringan WiFi.


Panitia menyebut, sistem Google Form memudahkan koreksi otomatis, meminimalisir kecurangan, dan hasil bisa langsung direkap. “Lebih hemat kertas, lebih cepat, dan lebih akuntabel.” Kata Wawan, salah satu panitia.


Kontributor : Tati




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment