- Kakankemenag Banjar Dorong Lahirnya Generasi Qurani di Sidang Tahfidz SMP IT Insantama
- Kakankemenag Kota Banjar Sampaikan Pesan Idul Adha di Desa Mekarharja, Dihadiri Gubernur Jabar
- MIS Binangun Dinilai Tim Asesor BAN PDM, Upaya Wujudkan Mutu Pendidikan Berkualitas
- Kepala Kemenag Kota Banjar Ucapkan Selamat kepada 47 CPNS yang Dilantik Jadi PNS
- Ratusan Siswa dan Guru MTsN 1 Banjar Semarakan Milad ke-58 dengan Jalan Santai
- Siswa MTsN 1 Banjar Meriahkan Milad ke-58 dengan Bazar Makanan Hasil Karya Sendiri
- Milad ke-58 MTsN 1 Kota Banjar, Kasubbag Tu Kankemenag: Bentuk Rasa Syukur atas Perjalanan Panjang Madrasah
- Kasubbag Tu Kankemenag Kota Banjar: Harkitnas 2026 Momentum Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara
- Kakankemenag Banjar: Pesantren Harus Jadi Rumah Aman bagi Santri, Tidak Ada Toleransi untuk Kekerasan Seksual
- Usung Moderasi Beragama, Kemenag Kota Banjar Gelar Nobar Damai Persija vs Persib 10 Mei 2026
Hardiknas 2026: Kakankemenag Banjar Ajak Pegawai Sukseskan Pembelajaran Mendalam untuk Pendidikan Bermutu

Balokang (KEMENAG) Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Banjar, H. Ahmad Fikri Firdaus, SE, MM, mengajak seluruh pegawai Kemenag untuk mendukung implementasi Pembelajaran Mendalam sebagai program prioritas menuju pendidikan bermutu. Ajakan itu disampaikan A Fikri saat bertindak sebagai pembina Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026 di Halaman Kankemenag Kota Banjar, Sabtu (2/5). Upacara diikuti pejabat struktural, pengawas, kepala madrasah, guru, penyuluh, penghulu, dan seluruh ASN Kemenag Kota Banjar.
Dalam amanatnya, A Fikri menegaskan bahwa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menerapkan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional. “Ada adagium populer: jika hendak memajukan bangsa, perbaiki pendidikan. Jika hendak memperbaiki pendidikan, perbaikilah mulai dari dalam kelas. Pembelajaran Mendalam adalah ikhtiar untuk mencapai cita ideal itu,” ujar A Fikri.
Ia memaparkan lima kebijakan strategis Pembelajaran Mendalam yang telah ditetapkan; Pertama, Program Pembangunan dan Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran sebagai salah satu Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto. “Revitalisasi dan digitalisasi agar pembelajaran berlangsung dalam lingkungan fisik yang nyaman dan sarana yang memadai. Pada 2025, program ini telah menyasar 16.167 satuan pendidikan, dan papan interaktif digital didistribusikan ke lebih dari 288.000 satuan pendidikan,” jelasnya.
Baca Lainnya :
- Seluruh ASN Kemenag Banjar Ikuti Upacara Hardiknas Berbalut Seragam Adat0
- 40 Lembaga TKQ/TPQ/TQA se-Kota Banjar Ikuti Pembinaan Kakankemenag di TPQ Darul Ulum0
- Langkah Pasti Menuju Nasional: MTsN 1 Kota Banjar Siap Bersinar di OSN 20260
- Kakankemenag Banjar: Gema Tahfidz RA Fondasi Cetak Generasi Rabbani0
- 160 Siswa dari 26 RA Ikuti Gema Tahfidz An-Naba, IGRA Banjar Tanamkan Cinta Quran Sejak Dini0
Kedua, pemenuhan kualifikasi serta peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru. “Kunci keberhasilan pendidikan terletak pada guru. Pemerintah memberikan beasiswa 3 juta rupiah tiap semester untuk guru belum S1 melalui program RPL. Tahun 2025 dialokasikan untuk 12.500 guru dan 2026 untuk 150.000 guru. Guru juga dapat pelatihan Pembelajaran Mendalam, Bimbingan Konseling, Koding dan AI, Kepemimpinan Sekolah, serta Bahasa Inggris,” kata A Fikri.
Ketiga, penguatan karakter melalui penciptaan budaya dan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. “Sesuai arahan Presiden Prabowo tentang budaya ASRI: Aman, Sehat, Risiko, dan Indah, kita bangun sekolah sebagai rumah kedua. Bebas perundungan dan kekerasan,” tegasnya.
Keempat, peningkatan kualitas pembelajaran dan capaian Pendidikan melalui gerakan literasi dan numerasi, STEM, serta Tes Kemampuan Akademik (TKA). “TKA menjadi alat evaluasi dan intervensi mutu, sekaligus aspek penilaian untuk lanjut studi. Lomba olahraga dan seni juga digelar untuk kembangkan bakat dan jiwa kesatria,” ungkap A Fikri.
Kelima, memberikan kesempatan pendidikan yang luas dengan layanan mudah, murah, dan fleksibel. “Mereka yang terkendala ekonomi, domisili, budaya, keamanan, dan fisik, dibukakan akses lewat sekolah satu atap, PJJ, komunitas belajar, sekolah terbuka, serta penguatan sekolah inklusi dan SLB,” paparnya.
A Fikri juga menyebut, dalam 18 bulan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah meletakkan fondasi pendidikan bermutu untuk semua dengan mengintegrasikan empat pusat pendidikan: sekolah, keluarga, masyarakat, dan media. “Kebijakan ini tidak akan terlaksana tanpa tiga M: Mindset yang maju, Mental yang kuat, dan Misi yang lurus. Tanpa itu, semua hanya berhenti sebagai formalitas,” pungkasnya.
Kontributor : Aep S.


.png)




.png)

.png)
.png)
