MAN Kota Banjar Cetak Sejarah Baru, ENIGMA Lolos Tahap Acquisition B-BRAVE BRIN 2026

01 Jul 2026, 18:32:09 WIB Pendidikan
MAN Kota Banjar Cetak Sejarah Baru, ENIGMA Lolos Tahap Acquisition B-BRAVE BRIN 2026

Parunglesang (KEMENAG) – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh MAN Kota Banjar. Sebagai satu-satunya madrasah aliyah di Banjar yang berhasil lolos ke Tahap Acquisition dalam ajang B-BRAVE _(Bootcamp and Competition for Research and Advanced Innovation)_ yang diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), madrasah ini membuktikan bahwa peserta didik madrasah mampu bersaing di tingkat nasional dalam bidang riset dan inovasi.

Kabar membanggakan tersebut diumumkan langsung oleh panitia BRIN pada Rabu, 24 Juni 2026, melalui akun _google mail_ pembimbing tiap sekolah. Tahap ini merupakan salah satu rangkaian pembinaan awal yang diberikan kepada tim-tim terpilih sebelum memasuki proses pengembangan riset yang lebih mendalam.

Setelah tahap ini, para peserta akan membuat proposal untuk diseleksi, proposal yang masuk seleksi akan didampingi langsung oleh peneliti BRIN untuk membuat laporan penelitian, kemudian nanti akan dipilih para juara dari laporan penelitian yang ada.

Baca Lainnya :

Sebagai tindak lanjut dari kelolosan tersebut, ENIGMA _(Exploration of New Ideas and Groundbreaking Methods for Advancement),_ tim riset MAN Kota Banjar mengikuti kegiatan bimbingan dan penguatan riset yang dilaksanakan pada 29 Juni hingga 1 Juli 2026. Selama tiga hari, peserta memperoleh pendampingan langsung dari para peneliti BRIN dalam menyusun dan menyempurnakan rancangan penelitian, memperkuat metodologi, serta memahami proses riset yang sesuai dengan standar ilmiah.

Di balik pencapaian tersebut, terdapat peran penting guru pembimbing riset, Bu Andini, S.Pd., yang sejak awal mendampingi terbentuknya tim riset MAN Kota Banjar. Dengan pengalaman dan kompetensi di bidang penelitian, Bu Andini, secara konsisten membimbing peserta didik mulai dari penyusunan ide, pengembangan proposal, hingga persiapan menghadapi setiap tahapan seleksi.

"Saya berharap kesempatan ini menjadi awal lahirnya budaya riset di MAN Kota Banjar. Menang tentu menjadi harapan, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana peserta didik berani berpikir kritis, berinovasi, dan terus punya kemauan belajar. Kesempatan dibimbing langsung oleh BRIN adalah pengalaman yang sangat berharga dan harus dimanfaatkan sebaik mungkin," ungkap Bu Andini.

Tim ENIGMA teridiri dari Zaskia Khoirunisa sebagai ketua, Syifa Auliya Putri dan Syifa Fauziah sebagai anggota. Ketiganya menunjukkan semangat dan antusiasme yang tinggi sejak mengikuti proses seleksi hingga mengikuti bimbingan bersama BRIN.

Sebagai ketua tim, Zaskia mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan yang diperoleh sekaligus menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan.

"Alhamdulillah, kami sangat bersyukur bisa lolos ke Tahap Acquisition B-BRAVE BRIN. Terima kasih kepada Bu Andini yang selalu sabar membimbing kami dari awal hingga sekarang. Terima kasih juga kepada para orang tua kami, kepala madrasah, serta seluruh guru MAN Kota Banjar yang selalu memberikan doa, dukungan, dan motivasi. Kesempatan belajar langsung bersama BRIN adalah pengalaman yang tidak akan terlupakan bagi kami. Insyaallah kami akan berusaha memberikan yang terbaik," ujar Zaskia.

Keberhasilan lolos dari persaingan 797 sekolah hingga masuk dalam 390 sekolah terbaik pada Tahap Acquisition menjadi bukti bahwa madrasah mampu bersaing dalam ajang riset nasional sekaligus memperkuat budaya ilmiah di lingkungan pendidikan.

Sebagai kepala madrasah, Juhana Arif, S.Pd., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi atas capaian tim riset MAN Kota Banjar.

"Selamat dan semangat kepada tim ENIGMA. Prestasi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi peserta didik lainnya untuk semakin mencintai dunia pendidikan khususnya penelitian dan berani menciptakan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Semoga langkah awal ini menjadi jalan menuju prestasi yang lebih tinggi dan tentunya mampu mengharumkan nama MAN Kota Banjar, Kota Banjar, serta dunia pendidikan terutama madrasah di tingkat nasional," tutupnya.

Kontributor: Roma Situmeang




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment