- Kakankemenag Banjar Dorong Lahirnya Generasi Qurani di Sidang Tahfidz SMP IT Insantama
- Kakankemenag Kota Banjar Sampaikan Pesan Idul Adha di Desa Mekarharja, Dihadiri Gubernur Jabar
- MIS Binangun Dinilai Tim Asesor BAN PDM, Upaya Wujudkan Mutu Pendidikan Berkualitas
- Kepala Kemenag Kota Banjar Ucapkan Selamat kepada 47 CPNS yang Dilantik Jadi PNS
- Ratusan Siswa dan Guru MTsN 1 Banjar Semarakan Milad ke-58 dengan Jalan Santai
- Siswa MTsN 1 Banjar Meriahkan Milad ke-58 dengan Bazar Makanan Hasil Karya Sendiri
- Milad ke-58 MTsN 1 Kota Banjar, Kasubbag Tu Kankemenag: Bentuk Rasa Syukur atas Perjalanan Panjang Madrasah
- Kasubbag Tu Kankemenag Kota Banjar: Harkitnas 2026 Momentum Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara
- Kakankemenag Banjar: Pesantren Harus Jadi Rumah Aman bagi Santri, Tidak Ada Toleransi untuk Kekerasan Seksual
- Usung Moderasi Beragama, Kemenag Kota Banjar Gelar Nobar Damai Persija vs Persib 10 Mei 2026
Kakankemenag Banjar: Pesantren Harus Jadi Rumah Aman bagi Santri, Tidak Ada Toleransi untuk Kekerasan Seksual

Binangun (KEMENAG) Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Banjar, H. Ahmad Fikri Firdaus, SE, MM, menegaskan pesantren wajib menjadi rumah yang aman bagi santri dan tidak ada toleransi untuk kekerasan seksual dalam bentuk apa pun.
Pernyataan itu disampaikan A Fikri dalam kegiatan _Halaqah Pondok Pesantren_ bertema “Menjadikan Pesantren Sebagai Rumah Ramah Anak dan Anti Kekerasan” di Pondok Pesantren Darul Istiqomah, Binangun, Sabtu (9/5).
Halaqah dihadiri Pemerintah Kota Banjar, Polres Kota Banjar, Dinas Sosial P3A Kota Banjar, serta seluruh pimpinan pondok pesantren se-Kota Banjar.
Baca Lainnya :
- Jelang UM, Kemenag Banjar Terjunkan Tim Monev ke Seluruh Madrasah0
- Go Digital: 96 Siswa MTsN 3 Banjar Ikuti Ujian Madrasah Berbasis Google Form, Pengawas Madrasah Beri Apresiasi0
- Kakankemenag Banjar Apresiasi Program Banjar Berdaya Didik untuk Siswa Madrasah di Hardiknas 20260
- Dari Situ Mustika Lahir Pemimpin Muda: LDKS MTsN 3 Banjar Cetak Siswa Tangguh, Peduli, dan Percaya Diri0
- Ujian Madrasah Diniyah Takmiliyah Ula di Kota Banjar Digelar 4–7 Mei 2026 di 300 Titik0
“Pesantren adalah amanah ulama. Tugas kita menjaganya sebagai ruang ilmu, adab, dan kasih sayang. Tidak boleh ada ruang untuk kekerasan, apalagi kekerasan seksual. Kemenag bersama pemerintah dan aparat penegak hukum sepakat zero tolerance,” tegas A Fikri.
Ia juga menambahkan, perlindungan santri harus menjadi budaya pesantren. Setiap pondok pesantren didorong memiliki SOP perlindungan santri, ruang pengaduan yang aman, serta pengawasan internal yang sehat. “Korban harus dipeluk, bukan disalahkan. Pesantren harus jadi ruang pemulihan,” ujarnya.
Halaqah ini ditutup dengan penandatanganan _Surat Komitmen Bersama_ oleh Pemkot Banjar, Polres Banjar, Kemenag Kota Banjar, Dinsos P3A, FPP Kota Banjar, dan IKSABA. Komitmen tersebut berisi lima poin, di antaranya menjadikan pesantren rumah ramah anak, menolak keras segala bentuk kekerasan, dan memperkuat kolaborasi pencegahan dini.
“Ini ikhtiar bersama. Marwah pesantren dijaga dengan keberanian melindungi santri dan menegakkan keadilan,” pungkas A Fikri.
Kontributor : Aep S.


.png)





.png)

.png)
.png)
