Kakankemenag Kota Banjar: Anak Yatim Bukan Objek Belas Kasihan

25 Jun 2026, 11:22:58 WIB Keagamaan
Kakankemenag Kota Banjar: Anak Yatim Bukan Objek Belas Kasihan

Balokang (KEMENAG)  "Anak yatim bukan objek belas kasihan. Mereka adalah generasi bangsa yang memiliki hak yang sama untuk tumbuh, belajar, bermimpi, dan berkontribusi bagi Indonesia." Kalimat itu disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Banjar, H. Ahmad Fikri Firdaus, SE, MM, saat memberikan sambutan dalam acara Lebaran Yatim dan Disabilitas 2026 tingkat Kota Banjar di Aula Pusaka, Rabu (25/6) .


Ratusan wajah memenuhi Aula Kantor Kementerian Agama Kota Banjar pada pagi itu. Mereka adalah anak-anak yatim dan penyandang disabilitas yang hadir bersama keluarga dan pendamping. Meski datang dengan langkah yang tidak sempurna atau kondisi yang beragam, satu kesamaan terpancar dari wajah mereka: harapan .

Baca Lainnya :


Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Banjar menyampaikan pesan yang menghentak ruangan sejenak. Menurutnya, selama bertahun-tahun anak yatim dan penyandang disabilitas kerap dipandang dari apa yang hilang dalam hidup mereka, bukan dari potensi yang dimiliki. Padahal, sejarah membuktikan banyak tokoh besar lahir dari kehidupan yang tidak mudah .


"Kepada anak-anakku semua, jangan pernah putus asa. Jangan pernah rendah diri dengan kondisi yang ada. Kalian memiliki masa depan yang sama cerahnya. Teruslah belajar, teruslah berdoa, dan teruslah bermimpi," pesan A Fikri Firdaus kepada para penerima manfaat yang hadir.


Acara yang berlangsung di Aula Kantor Kementerian Agama Kota Banjar ini merupakan bagian dari rangkaian program Peaceful Muharam 1448 H yang dicanangkan oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama. Kegiatan serentak ini dilaksanakan di seluruh Kantor Kemenag Kabupaten/Kota se-Indonesia dengan tema "Menebar Maslahat Menguatkan Umat" .


Pada kegiatan tersebut, sejumlah 1.150 santunan disalurkan kepada anak yatim dan penyandang disabilitas di Kota Banjar. Secara simbolis, santunan diberikan kepada sekitar 100 anak yatim dan 50 penyandang disabilitas yang hadir langsung di aula. Program ini terlaksana berkat kerja sama antara Kantor Kementerian Agama Kota Banjar, Baznas Kota Banjar, Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kementerian Agama, serta berbagai donatur dan mitra sosial lainnya .


Ketua BAZNAS Kota Banjar, H. Undang Munawar, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terus terjalin antara lembaga zakat dan Kementerian Agama dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Ia kemudian memimpin doa, mengajak seluruh hadirin mensyukuri nikmat Allah sekaligus memohon keberkahan bagi para muzakki dan penerima manfaat.


Acara itu juga dihadiri unsur Forkopimda dan berbagai pemangku kepentingan daerah, mulai dari perwakilan kepolisian, kejaksaan, pengadilan agama, lembaga pemasyarakatan, Koramil, BPN, KPU, hingga unsur pemerintah daerah. Kehadiran mereka menjadi pesan bahwa kepedulian kepada yatim dan disabilitas bukan urusan satu lembaga semata, melainkan tanggung jawab bersama.


Di penghujung acara, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Banjar menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi. Ia berharap bantuan yang diberikan tidak berhenti sebagai angka dalam laporan kegiatan, tetapi benar-benar menjadi sumber semangat baru bagi para penerima manfaat.  

"Masyarakat yang kuat bukanlah masyarakat yang hanya mampu membangun gedung-gedung tinggi, melainkan masyarakat yang mampu memastikan tidak ada seorang pun yang merasa ditinggalkan." Pungkasnya. 


Kontributor : Aep S.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment