Sinergi Kankemenag Banjar dan FPP Wujudkan Asta Protas Kemenag: Pesantren Jadi Pilar Peradaban dan Ramah Anak

24 Jun 2026, 11:46:03 WIB Keagamaan
Sinergi Kankemenag Banjar dan FPP Wujudkan Asta Protas Kemenag: Pesantren Jadi Pilar Peradaban dan Ramah Anak

Mekarharja (Kemenag) Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Banjar, H. Ahmad Fikri Firdaus, SE., MM., mengajak pengurus Forum Pondok Pesantren (FPP) untuk bersinergi mewujudkan program prioritas Kementerian Agama atau Asta Protas. Ajakan ini disampaikan dalam rangka memperkuat peran pesantren sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya unggul dalam keilmuan agama, tetapi juga menjadi pusat peradaban dan ramah anak.


A Fikri menegaskan bahwa pesantren memiliki peran strategis sebagaimana ditegaskan Menteri Agama Nasaruddin Umar, yaitu sebagai pilar peradaban bangsa yang telah mengabdi selama berabad-abad.

Baca Lainnya :


"Pondok pesantren adalah lembaga yang telah mengabdi selama 300 tahun, membangun lahirnya masyarakat yang beradab. Ini sejalan dengan Asta Protas Kemenag yang menempatkan penguatan pesantren dan pendidikan agama sebagai prioritas," ujar A Fikri dalam pertemuan dengan pengurus FPP, Rabu (24/6) di Pondok Pesantren Darul Ikhlas.


Melalui ajakan ini, Kankemenag Kota Banjar mendorong FPP untuk mengimplementasikan program-program prioritas Kemenag di lingkungan pesantren. Beberapa program yang menjadi fokus adalah penguatan pendidikan berbasis akhlakul karimah, penciptaan lingkungan pesantren sebagai zona ramah anak dan anti kekerasan, serta penguatan ekoteologi sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.


"Kami ingin pesantren di Kota Banjar menjadi contoh dalam mewujudkan masyarakat yang rukun, maslahat, dan cerdas, sesuai visi Kementerian Agama menuju Indonesia Emas 2045," tegasnya.


Forum Pondok Pesantren Kota Banjar menyambut baik ajakan ini. Ketua FPP Kota Banjar, Gus Muhammad Ihsan Hanafi, M.Pd., atau yang akrab disapa Gus Ihsan Hendro, menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi dengan Kemenag dan pemangku kepentingan lainnya .


Gus Ihsan menyampaikan bahwa pesantren harus mampu berubah mengikuti tantangan zaman, terutama dalam menghadapi kemajuan digitalisasi. "Pesantren harus bisa berubah mengikuti zaman dan bisa berinteraksi dengan masyarakat luas. Pesantren harus memperkenalkan diri ke masyarakat," ujarnya.


Lebih lanjut, ia menekankan bahwa perubahan juga diperlukan dalam hal pengelolaan, pengembangan SDM, dan pengembangan ekonomi pesantren. "Pesantren bisa merubah diri terutama tentang pengelolaan, pengembangan SDM maupun pengembangan ekonomi pesantren yang sekarang lebih digalakan," harapnya .


Sebelumnya, FPP bersama Kemenag Banjar, Pemkot, Polres, dan Dinas Sosial P3A telah menandatangani komitmen bersama untuk menjadikan pesantren sebagai rumah ramah anak dan anti kekerasan, yang diwakili langsung oleh Gus Ihsan Hendro . "Komitmen ini menjadi langkah nyata kami untuk melindungi santri dari segala bentuk kekerasan psikis, fisik, maupun seksual, serta memperkuat kolaborasi dalam pencegahan dini," Kata Gus Ihsan. 


Dengan sinergi antara Kankemenag Banjar dan FPP di bawah kepemimpinan Gus Ihsan Hendro, diharapkan program Asta Protas Kementerian Agama dapat berjalan optimal dan memberikan dampak nyata bagi kemajuan pesantren serta kesejahteraan masyarakat. 


Kontributor: Aep S.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment