Kepala Kemenag Banjar: KUA Baru Kecamatan Banjar Jadi Pusat Transformasi Layanan Keagamaan Berbasis Asta Protas

08 Mei 2026, 11:03:35 WIB Keagamaan
Kepala Kemenag Banjar: KUA Baru Kecamatan Banjar Jadi Pusat Transformasi Layanan Keagamaan Berbasis Asta Protas

Jl. Dewi Sartika (KEMENAG) Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Banjar, H. Ahmad Fikri Firdaus, SE, MM, menegaskan bahwa peresmian Gedung Baru KUA Kecamatan Banjar bukan sekadar peresmian fisik, tetapi tonggak transformasi layanan keagamaan yang lebih profesional, inklusif, dan berdampak. Hal itu disampaikan Fikri saat meresmikan Gedung KUA Kecamatan Banjar, Rabu (6/5), di hadapan Forkopimcam, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan jajaran Kemenag Kota Banjar.

“Hari ini kita tidak sekadar meresmikan gedung baru, tetapi menandai langkah penting dalam penguatan peran KUA sebagai garda terdepan pelayanan keagamaan yang lebih profesional, inklusif, dan berdampak langsung bagi masyarakat,” ujar A Fikri dalam sambutannya.

Dalam pidatonya, Kepala Kankemenag menekankan lima poin utama arah baru KUA Kecamatan Banjar, Pertama, KUA Jadi Pusat Layanan Keagamaan Terpadu. Menurutnya Peresmian gedung baru dimaknai sebagai momentum transformasi KUA dari sekadar tempat pencatatan nikah menjadi pusat layanan terpadu. KUA harus menghadirkan bimbingan, edukasi, dan pendampingan masyarakat secara utuh agar manfaatnya benar-benar dirasakan dalam kehidupan keagamaan sehari-hari.

Baca Lainnya :

“Kedua, Revitalisasi KUA Prioritas Strategis Kemenag. Penguatan KUA merupakan kebijakan nasional melalui program revitalisasi yang mencakup peningkatan sarana prasarana, digitalisasi layanan, serta penguatan sistem kerja. Tujuannya agar KUA mampu memberikan pelayanan yang cepat, transparan, dan akuntabel sesuai harapan masyarakat yang makin kritis terhadap layanan public,” ujarnya.

Yang ketiga, lanjut A Fikri, Peran KUA untuk Ketahanan Keluarga dan Sosial, dimana KUA punya peran strategis membangun ketahanan keluarga lewat bimbingan perkawinan, edukasi keluarga sakinah, serta pencegahan perceraian dan perkawinan anak. “KUA harus jadi ruang pembinaan yang tidak hanya administratif, tetapi juga menyentuh dimensi sosial dan kemanusiaan secara berkelanjutan,” ungkapnya.

Keempat adalah Implementasi Nyata Asta Protas di Kecamatan. A Fikri menyebut Gedung baru ini harus menjadi ruang implementasi konkret Asta Protas Kementerian Agama, terutama penguatan moderasi beragama, peningkatan kualitas layanan, serta transformasi digital. “Program strategis itu tidak boleh berhenti di konsep, tetapi harus hadir dalam praktik pelayanan yang dirasakan langsung masyarakat,” imbuhnya.

Dan point kelima, KUA Sebagai Wajah Negara dan Perekat Harmoni. KUA adalah wajah Kementerian Agama yang paling dekat dengan masyarakat. Setiap pelayanan harus mencerminkan integritas, keramahan, dan keadilan, serta mampu menjadi perekat harmoni umat beragama, menghadirkan ketenangan, dan membangun kepercayaan publik terhadap negara dalam urusan keagamaan.

“Semoga gedung baru ini membawa keberkahan dan menjadi tonggak penguatan pelayanan keagamaan yang semakin baik di Kota Banjar.” tutup A Fikri.


Kontributor : Aep S.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment