- MIN 2 Kota Banjar Gelar BIAS 2026: Vaksin Campak untuk Kelas I dan HPV untuk Kelas V
- MIN 2 Kota Banjar Peringati Maulid Nabi, Kepala Madrasah Ajak Teladani Akhlak Rasulullah
- Tampil Percaya Diri di Panggung Porseni, Repa Margareta Bawa Pesan Pentingnya Kejujuran dan Amanah untuk Generasi Muda
- Wali Kota Banjar Lepas 169 Peserta Porseni: Titip Jaga Kesehatan dan Yakinlah pada Potensi Diri
- Kepala Kemenag Kota Banjar: Porseni Momentum Lahirkan Generasi Unggul dan Madrasah Berdampak
- Yayasan Pendidikan Islam Darul Ulum Gelar Upacara Peringatan Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026
- Membanggakan! Siswa MIN 3 Kota Banjar Rexa Tri Sundara Setia Gumelar Raih Juara 1 Liga TopSkor National Championship 2026
- MIN 2 Kota Banjar Gelar Story Telling for Character Building bersama KNRP Jabar, Tanamkan Nilai Kepedulian Sejak Dini
- Kobaran Api Unggun Hangatkan Malam Puncak LT I Pangkalan MIN 2 Kota Banjar
- Semarakkan HUT RI ke-81, IGRA Kota Banjar Ikuti Pawai Alegoris 2026
Kepala Kemenag Banjar: KUA Baru Kecamatan Banjar Jadi Pusat Transformasi Layanan Keagamaan Berbasis Asta Protas

Jl. Dewi Sartika (KEMENAG) Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Banjar, H. Ahmad Fikri Firdaus, SE, MM, menegaskan bahwa peresmian Gedung Baru KUA Kecamatan Banjar bukan sekadar peresmian fisik, tetapi tonggak transformasi layanan keagamaan yang lebih profesional, inklusif, dan berdampak. Hal itu disampaikan Fikri saat meresmikan Gedung KUA Kecamatan Banjar, Rabu (6/5), di hadapan Forkopimcam, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan jajaran Kemenag Kota Banjar.
“Hari ini kita tidak sekadar meresmikan gedung baru, tetapi menandai langkah penting dalam penguatan peran KUA sebagai garda terdepan pelayanan keagamaan yang lebih profesional, inklusif, dan berdampak langsung bagi masyarakat,” ujar A Fikri dalam sambutannya.
Dalam pidatonya, Kepala Kankemenag menekankan lima poin utama arah baru KUA Kecamatan Banjar, Pertama, KUA Jadi Pusat Layanan Keagamaan Terpadu. Menurutnya Peresmian gedung baru dimaknai sebagai momentum transformasi KUA dari sekadar tempat pencatatan nikah menjadi pusat layanan terpadu. KUA harus menghadirkan bimbingan, edukasi, dan pendampingan masyarakat secara utuh agar manfaatnya benar-benar dirasakan dalam kehidupan keagamaan sehari-hari.
Baca Lainnya :
- Kepala Kankemenag Banjar Gunting Pita Penggunaan KUA Kecamatan Banjar Hasil Revitalisasi 20250
- Pemkot Banjar, Kemenag, dan BPJPH Jabar Siap Sukseskan Kota Banjar WHO 20260
- Ujian Madrasah Diniyah Takmiliyah Ula di Kota Banjar Digelar 4–7 Mei 2026 di 300 Titik0
- 40 Lembaga TKQ/TPQ/TQA se-Kota Banjar Ikuti Pembinaan Kakankemenag di TPQ Darul Ulum0
- Kakankemenag Banjar: Gema Tahfidz RA Fondasi Cetak Generasi Rabbani0
“Kedua, Revitalisasi KUA Prioritas Strategis Kemenag. Penguatan KUA merupakan kebijakan nasional melalui program revitalisasi yang mencakup peningkatan sarana prasarana, digitalisasi layanan, serta penguatan sistem kerja. Tujuannya agar KUA mampu memberikan pelayanan yang cepat, transparan, dan akuntabel sesuai harapan masyarakat yang makin kritis terhadap layanan public,” ujarnya.
Yang ketiga, lanjut A Fikri, Peran KUA untuk Ketahanan Keluarga dan Sosial, dimana KUA punya peran strategis membangun ketahanan keluarga lewat bimbingan perkawinan, edukasi keluarga sakinah, serta pencegahan perceraian dan perkawinan anak. “KUA harus jadi ruang pembinaan yang tidak hanya administratif, tetapi juga menyentuh dimensi sosial dan kemanusiaan secara berkelanjutan,” ungkapnya.
Keempat adalah Implementasi Nyata Asta Protas di Kecamatan. A Fikri menyebut Gedung baru ini harus menjadi ruang implementasi konkret Asta Protas Kementerian Agama, terutama penguatan moderasi beragama, peningkatan kualitas layanan, serta transformasi digital. “Program strategis itu tidak boleh berhenti di konsep, tetapi harus hadir dalam praktik pelayanan yang dirasakan langsung masyarakat,” imbuhnya.
Dan point kelima, KUA Sebagai Wajah Negara dan Perekat Harmoni. KUA adalah wajah Kementerian Agama yang paling dekat dengan masyarakat. Setiap pelayanan harus mencerminkan integritas, keramahan, dan keadilan, serta mampu menjadi perekat harmoni umat beragama, menghadirkan ketenangan, dan membangun kepercayaan publik terhadap negara dalam urusan keagamaan.
“Semoga gedung baru ini membawa keberkahan dan menjadi tonggak penguatan pelayanan keagamaan yang semakin baik di Kota Banjar.” tutup A Fikri.
Kontributor : Aep S.


.png)





.png)

.png)

.png)