- MIN 2 Kota Banjar Gelar BIAS 2026: Vaksin Campak untuk Kelas I dan HPV untuk Kelas V
- MIN 2 Kota Banjar Peringati Maulid Nabi, Kepala Madrasah Ajak Teladani Akhlak Rasulullah
- Tampil Percaya Diri di Panggung Porseni, Repa Margareta Bawa Pesan Pentingnya Kejujuran dan Amanah untuk Generasi Muda
- Wali Kota Banjar Lepas 169 Peserta Porseni: Titip Jaga Kesehatan dan Yakinlah pada Potensi Diri
- Kepala Kemenag Kota Banjar: Porseni Momentum Lahirkan Generasi Unggul dan Madrasah Berdampak
- Yayasan Pendidikan Islam Darul Ulum Gelar Upacara Peringatan Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026
- Membanggakan! Siswa MIN 3 Kota Banjar Rexa Tri Sundara Setia Gumelar Raih Juara 1 Liga TopSkor National Championship 2026
- MIN 2 Kota Banjar Gelar Story Telling for Character Building bersama KNRP Jabar, Tanamkan Nilai Kepedulian Sejak Dini
- Kobaran Api Unggun Hangatkan Malam Puncak LT I Pangkalan MIN 2 Kota Banjar
- Semarakkan HUT RI ke-81, IGRA Kota Banjar Ikuti Pawai Alegoris 2026
PNS 100%: Energi Baru, Semangat Baru, Kakankemenag Banjar Titip 7 Amanah

Binangun (KEMENAG) Area cafe Papi Mami dipenuhi wajah-wajah baru. Mereka adalah PNS yang hari ini resmi menyandang status 100%. Status baru, tanggung jawab baru.
Dalam Pembinaan PNS Baru, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Banjar, H. Ahmad Fikri Firdaus, menyampaikan pesan tegas bahwa status PNS bukan garis finish, tapi garis start pengabdian.
Ada 7 amanah pokok yang ia titipkan untuk Energi Baru, Semangat Baru ASN Kemenag Banjar. Pertama, Status PNS adalah amanah, bukan pencapaian.
Baca Lainnya :
- Persiapan Matang, PORSENI Madrasah Kota Banjar Digelar 10-12 Juni 2026 0
- Siswa MI dan MTs Kota Banjar Jalani ASAT dengan Tenang dan Tertib0
- Lulus Tanpa Corat-Coret, MTsN 3 Kota Banjar Umumkan Kelulusan Kelas IX Secara Online0
- Peringati Harlah Pancasila, Kemenag Banjar Tegaskan: Pancasila Jadi Pedoman Hadapi Tantangan Zaman0
- Kakankemenag Banjar: Pancasila Pondasi Kerukunan, Madrasah dan Pesantren Garda Terdepan Moderasi0
“Menjadi PNS sering dipandang tujuan akhir. Padahal ini titik awal. UU ASN menegaskan kita pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, perekat persatuan. Status ini harus jadi tanggung jawab lebih besar untuk masyarakat, bangsa, negara,” tegas A Fikri.
Kedua, energi baru harus melahirkan semangat belajar baru. Dunia birokrasi berubah cepat. Digitalisasi, transformasi, tuntutan masyarakat makin kompleks. ASN yang baik bukan yang merasa selesai belajar, tapi yang terus update.
"Ingat prinsip pesantren NU: _thalabul ilmi minal mahdi ilal lahdi_, belajar dari lahir sampai liang lahat.” ujarnya.
Ketiga, Jadikan nilai BerAKHLAK sebagai karakter, bukan slogan. Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif. BerAKHLAK harus hidup dalam tindakan sehari-hari. Karakter dibangun dari kebiasaan kecil yang diulang dan dijaga.
"Keempat adalah Integritas sebagai benteng utama aparatur.
Integritas itu kesatuan ucapan, pikiran, tindakan. Dalam Islam Aswaja, amanah sifat Rasulullah. Kalau masyarakat hilang percaya ke birokrasi, yang rusak citra lembaga dan legitimasi negara. Sekecil apapun kewenangan, gunakan jujur dan penuh tanggung jawab,” imbuhnya.
Kelima, adalah Profesionalisme harus berjalan bersama adab. Kompetensi itu penting, tapi adab lebih dulu. KH. Hasyim Asy’ari ajarkan adab fondasi sebelum ilmu. Profesional itu mampu teknis, sekaligus santun melayani, empati mendengar, jaga martabat pemohon layanan.
"Keenam, Jadilah pelayan masyarakat yang bekerja dengan hati. Kemenag bukan hanya administratif, tapi bawa misi moral spiritual. Setiap pelayanan itu ibadah sosial. Niatkan melayani, bukan dilayani. Masyarakat mungkin lupa nama kita, tapi mereka ingat bagaimana kita memperlakukan mereka.” ungkap A Fikri.
Ketujuh, Bangun persaudaraan dan kebersamaan dalam pengabdian. Energi baru harus kuatkan persaudaraan. Pelayanan bagus lahir dari kerja sama, saling hormat dan gotong royong.
“Hari ini saudara PNS 100%. Tapi ukuran sukses bukan di kartu identitas, tapi manfaat untuk masyarakat. Jadilah ASN berakhlak, berintegritas, profesional, melayani dengan hati. Hadirkan negara yang ramah, adil, bermartabat.” pungkasnya.
Kontributor: Aep S.


.png)





.png)

.png)

.png)