- Sambil Ngopi Bareng: 47 PNS Baru Kemenag Kota Banjar Dibina di Cafe Papi Mami
- Tugas Mulia Lintas Iman: Kisah PNS Kemenag Banjar Non-Muslim yang Mengajar di Madrasah
- PNS 100%: Energi Baru, Semangat Baru, Kakankemenag Banjar Titip 7 Amanah
- Persiapan Matang, PORSENI Madrasah Kota Banjar Digelar 10-12 Juni 2026
- Siswa MI dan MTs Kota Banjar Jalani ASAT dengan Tenang dan Tertib
- Lulus Tanpa Corat-Coret, MTsN 3 Kota Banjar Umumkan Kelulusan Kelas IX Secara Online
- Perkuat Peran Penyuluh, Kakankemenag Banjar: Penyuluh Garda Terdepan Harmonisasi Umat
- Capai 52 Ton Daging, Kemenag Banjar Laporkan 1.257 Hewan Qurban Idul Adha 1447 H Tersebar ke 56.973 Warga
- Kemenag Banjar Tebar Qurban: 2 Ekor Kambing Dibagikan ke Warga Sekitar Kantor
- MTsN 1 Banjar Gelar Qurban: Edukasi Keikhlasan untuk Santri Hebat Berakhlak
PNS 100%: Energi Baru, Semangat Baru, Kakankemenag Banjar Titip 7 Amanah

Binangun (KEMENAG) Area cafe Papi Mami dipenuhi wajah-wajah baru. Mereka adalah PNS yang hari ini resmi menyandang status 100%. Status baru, tanggung jawab baru.
Dalam Pembinaan PNS Baru, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Banjar, H. Ahmad Fikri Firdaus, menyampaikan pesan tegas bahwa status PNS bukan garis finish, tapi garis start pengabdian.
Ada 7 amanah pokok yang ia titipkan untuk Energi Baru, Semangat Baru ASN Kemenag Banjar. Pertama, Status PNS adalah amanah, bukan pencapaian.
Baca Lainnya :
- Persiapan Matang, PORSENI Madrasah Kota Banjar Digelar 10-12 Juni 2026 0
- Siswa MI dan MTs Kota Banjar Jalani ASAT dengan Tenang dan Tertib0
- Lulus Tanpa Corat-Coret, MTsN 3 Kota Banjar Umumkan Kelulusan Kelas IX Secara Online0
- Peringati Harlah Pancasila, Kemenag Banjar Tegaskan: Pancasila Jadi Pedoman Hadapi Tantangan Zaman0
- Kakankemenag Banjar: Pancasila Pondasi Kerukunan, Madrasah dan Pesantren Garda Terdepan Moderasi0
“Menjadi PNS sering dipandang tujuan akhir. Padahal ini titik awal. UU ASN menegaskan kita pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, perekat persatuan. Status ini harus jadi tanggung jawab lebih besar untuk masyarakat, bangsa, negara,” tegas A Fikri.
Kedua, energi baru harus melahirkan semangat belajar baru. Dunia birokrasi berubah cepat. Digitalisasi, transformasi, tuntutan masyarakat makin kompleks. ASN yang baik bukan yang merasa selesai belajar, tapi yang terus update.
"Ingat prinsip pesantren NU: _thalabul ilmi minal mahdi ilal lahdi_, belajar dari lahir sampai liang lahat.” ujarnya.
Ketiga, Jadikan nilai BerAKHLAK sebagai karakter, bukan slogan. Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif. BerAKHLAK harus hidup dalam tindakan sehari-hari. Karakter dibangun dari kebiasaan kecil yang diulang dan dijaga.
"Keempat adalah Integritas sebagai benteng utama aparatur.
Integritas itu kesatuan ucapan, pikiran, tindakan. Dalam Islam Aswaja, amanah sifat Rasulullah. Kalau masyarakat hilang percaya ke birokrasi, yang rusak citra lembaga dan legitimasi negara. Sekecil apapun kewenangan, gunakan jujur dan penuh tanggung jawab,” imbuhnya.
Kelima, adalah Profesionalisme harus berjalan bersama adab. Kompetensi itu penting, tapi adab lebih dulu. KH. Hasyim Asy’ari ajarkan adab fondasi sebelum ilmu. Profesional itu mampu teknis, sekaligus santun melayani, empati mendengar, jaga martabat pemohon layanan.
"Keenam, Jadilah pelayan masyarakat yang bekerja dengan hati. Kemenag bukan hanya administratif, tapi bawa misi moral spiritual. Setiap pelayanan itu ibadah sosial. Niatkan melayani, bukan dilayani. Masyarakat mungkin lupa nama kita, tapi mereka ingat bagaimana kita memperlakukan mereka.” ungkap A Fikri.
Ketujuh, Bangun persaudaraan dan kebersamaan dalam pengabdian. Energi baru harus kuatkan persaudaraan. Pelayanan bagus lahir dari kerja sama, saling hormat dan gotong royong.
“Hari ini saudara PNS 100%. Tapi ukuran sukses bukan di kartu identitas, tapi manfaat untuk masyarakat. Jadilah ASN berakhlak, berintegritas, profesional, melayani dengan hati. Hadirkan negara yang ramah, adil, bermartabat.” pungkasnya.
Kontributor: Aep S.


.png)





.png)

.png)
.png)
