Perkuat Peran Penyuluh, Kakankemenag Banjar: Penyuluh Garda Terdepan Harmonisasi Umat

03 Jun 2026, 04:50:16 WIB Keagamaan
Perkuat Peran Penyuluh, Kakankemenag Banjar: Penyuluh Garda Terdepan Harmonisasi Umat

Banjar (KEMENAG) Peran penyuluh agama sebagai ujung tombak moderasi beragama kembali ditegaskan. Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Banjar, H. Ahmad Fikri Firdaus, menyebut penyuluh adalah garda terdepan dalam menjaga harmonisasi umat di tengah masyarakat.

Pernyataan itu disampaikan saat memantau kegiatan penyuluh agama pada program Khotmil Qur’an tingkat Dewan Masjid Indonesia DMI Kecamatan Banjar, Selasa (2/6) di DKM Miftahul Hidayah Desa Neglasari.

Kegiatan Khotmil Qur’an ini menjadi wadah pembinaan rutin bagi takmir, jamaah, dan remaja masjid. Penyuluh agama Kemenag Banjar hadir untuk memberikan materi dan bimbingan keagamaan, serta penguatan wawasan kebangsaan.

Baca Lainnya :

“Penyuluh agama itu garda terdepan. Mereka yang paling dulu masuk ke majelis taklim, DKM, dan pesantren. Tugasnya bukan hanya mengajar ngaji, tapi juga merawat kerukunan, menangkal paham ekstrem, dan jadi jembatan antara umat dengan kebijakan pemerintah,” A Fikri .

Menurutnya, program seperti Khotmil Qur’an tingkat DMI ini sangat strategis karena menyentuh langsung akar rumput. Dari masjid, pesan moderasi dan cinta tanah air bisa disebarkan lebih cepat dan masif.

sementara itu, Ketua Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia IPARI Kota Banjar, H. Dadan SR, mengapresiasi dukungan penuh Kakankemenag. Ia menegaskan para penyuluh siap memperkuat peran di lapangan.

“Alhamdulillah, kami penyuluh di Kota Banjar terus bergerak. Kegiatan Khotmil Qur’an di DKM Miftahul Hidayah ini bukti nyata. Kami hadir bukan hanya mengajar, tapi juga mendengar aspirasi jamaah, menyelesaikan konflik kecil di lingkungan, dan memastikan pesan-pesan damai sampai ke setiap rumah,” ujar Dadan.

Ia menambahkan, sinergi antara Kemenag, DMI, dan IPARI akan terus dikuatkan. "Targetnya, setiap kelurahan di 4 kecamatan punya penyuluh yang aktif dan jadi rujukan umat untuk masalah keagamaan maupun sosial." Kata Dadan

Kegiatan di DKM Miftahul Hidayah Desa Neglasari ditutup dengan doa bersama dan komitmen takmir untuk menjadikan masjid sebagai pusat literasi Al-Qur’an dan pusat kerukunan warga.                                                             


Kontributor : Aep S.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment