- MATAMUDA MAN Kota Banjar: Mengenalkan Budaya Madrasah yang Unggul dalam Karakter dan Keterampilan di Era Digital.
- MATAMUDA (Masa Taaruf Murid Madrasah) Tahun Ajaran 2026/2027 di MTsN 1 Kota Banjar Tanamkan Nilai Keislaman, Disiplin, dan Cinta Lingkungan Sejak Hari Pertama
- Yayasan Pendidikan Islam Darul Ulum Gelar Upacara Pembukaan MATAMUDA Tahun Ajaran 2026/2027
- Kepala MIN 3 Kota Banjar Sematkan Atribut MATAMUDA kepada Murid Baru Tahun Ajaran 2026/2027
- Pra MATAMUDA MAN Kota Banjar sebagai Bentuk Kesungguhan Menyambut Murid Baru
- Menyambut 76 Bintang Masa Depan, MIN 2 Kota Banjar Resmi Buka MATAMUDA 2026/2027
- MATAMUDA MTsN 2 Kota Banjar Resmi Dibuka, Kepala Madrasah Ajak 289 Murid Baru Terapkan 5S dan Raih Prestasi
- MTsN 3 Banjar Gelar Upacara Pembukaan MATAMUDA 2026/2027
- Kesan Pertama yang Hangat Sambut Calon Murid Baru MAN Kota Banjar
- Dalam Hangatnya Kebersamaan, Tumbuh Indahnya Kepedulian: Family Gathering MTsN 1 Kota Banjar Berbagi untuk Sesama
Teken Komitmen Bersama: Jadikan Pesantren Rumah Ramah Anak dan Anti Kekerasan

Binangun (KEMENAG) Forum Pondok Pesantren (FPP) Kota Banjar bersama Pemerintah Kota Banjar, Kementerian Agama Kota Banjar, Polres Kota Banjar, dan Dinas Sosial P3A Kota Banjar menandatangani _Surat Komitmen Bersama_ untuk menjadikan pesantren sebagai rumah ramah anak dan anti kekerasan.
Penandatanganan dilakukan pada kegiatan Halaqoh Pesantren bertema _“Menjadikan Pesantren Sebagai Rumah Ramah Anak dan Anti Kekerasan”_ di Pondok Pesantren Darul Istiqomah, Desa Binangun, Kecamatan Pataruman, Sabtu (9/5/2026).
Naskah komitmen bernomor 001/HQ/V/2026 itu diteken oleh Wakil Wali Kota Banjar Dr. H. Supriana, M.Pd., Kapolres Kota Banjar diwakili KBO Reskrim Dudi, Kepala Kankemenag Kota Banjar H. Ahmad Fikri Firdaus, SE, MM, Kepala Dinas Sosial P3A Kota Banjar Hani Supartini, Ketua FPP Kota Banjar Ihsan Hendro, dan Ketua IKSABA Felly.
Baca Lainnya :
- Kepala Kemenag Banjar: KUA Baru Kecamatan Banjar Jadi Pusat Transformasi Layanan Keagamaan Berbasis Asta Protas0
- Kepala Kankemenag Banjar Gunting Pita Penggunaan KUA Kecamatan Banjar Hasil Revitalisasi 20250
- Pemkot Banjar, Kemenag, dan BPJPH Jabar Siap Sukseskan Kota Banjar WHO 20260
- Ujian Madrasah Diniyah Takmiliyah Ula di Kota Banjar Digelar 4–7 Mei 2026 di 300 Titik0
- 40 Lembaga TKQ/TPQ/TQA se-Kota Banjar Ikuti Pembinaan Kakankemenag di TPQ Darul Ulum0
Dari hasil halaqoh, enam lembaga tersebut sepakat dan berkomitmen pada lima hal, Pertama Menjaga Marwah Pesantren, dimana Pesantren ditegaskan sebagai warisan luhur para ulama yang harus dijaga kehormatan dan keluhurannya.
Kedua, Pesantren Ramah Anak dan Anti Kekerasan, dengan
enjadikan pesantren sebagai rumah ramah anak dan anti kekerasan, baik kekerasan psikis, fisik, maupun seksual.
Ketiga, pondok pesantren sebagai Pendidikan Berbasis Akhlakul Karimah yang menerapkan pendidikan dan pembinaan santri dengan mengedepankan akhlakul karimah, kemanusiaan, dan hak-hak dasar anak.
Keempat, Kolaborasi dalam rangka mencegah Kekerasan Sejak Dini.
Berkolaborasi dan bersinergi disini adalah dengan Pemkot Banjar, Kemenag Kota Banjar, dan Polres Kota Banjar dalam rangka pencegahan dini potensi kekerasan di lingkungan pondok pesantren.
Kelima, Tolak Keras Segala Bentuk Kekerasan, yaitu menolak keras segala bentuk kekerasan di lingkungan pondok pesantren tanpa kompromi.
Wakil Wali Kota Banjar, Dr. H. Supriana, menyebut komitmen ini sebagai langkah konkret melindungi santri. “Pesantren adalah benteng moral. Tidak boleh ada ruang untuk kekerasan. Pemerintah hadir memastikan anak-anak kita aman menuntut ilmu,” tegas Supriana.
Sementara itu Kepala Kankemenag Kota Banjar, H. Ahmad Fikri Firdaus, menambahkan Kemenag akan memperkuat fungsi pengawasan dan pembinaan. “Ini sejalan dengan Asta Protas Kemenag dan program Madrasah/Pesantren Ramah Anak. Pengasuh, ustaz, dan santri harus sama-sama paham bahwa kasih sayang adalah metode utama pendidikan,” ujar A Fikri.
Kapolres Kota Banjar melalui KBO Reskrim menyatakan bahwa Polres Banjar siap mendampingi pesantren. “Pencegahan lebih utama. Kami buka layanan konsultasi dan hotline pengaduan jika ada indikasi kekerasan. Jangan takut melapor,” kata Dudi.
Halaqoh ini diikuti pimpinan pondok pesantren se-Kota Banjar, pengurus FPP dan IKSABA, serta jajaran Pemkot, Kemenag, Polres, dan Dinsos P3A. Komitmen bersama ini diharapkan menjadi tonggak penguatan ekosistem pesantren yang aman, nyaman, dan berpihak pada perlindungan anak.
Kontributor : Aep S.


.png)





.png)
.png)


.png)