- Kemenag Kota Banjar Lepas Purna Bakti H. Towilatun, S.Ag. Usai 33 Tahun Mengabdi
- MTsN 2 Kota Banjar Tetapkan 100 Persen Peserta Didik Kelas VII dan VIII Naik Kelas
- MTsN 2 Kota Banjar Buka Pendaftaran 2026, Kepala Madrasah: Kombinasi Kelas Digital, Pesantren, dan 3 Bahasa Siap Lahirkan Generasi Luhur Moral
- MTsN 3 Kota Banjar Buka Pendaftaran Murid Baru TP 2026/2027, Siap Lahirkan Generasi Unggul Berkarakter
- MAN Kota Banjar Buka Pendaftaran PMBM Tahun Ajaran 2026/2027, Tawarkan Program Plus Keterampilan
- Menyambut Tahun Ajaran Baru, MAN Banjar Segera Umumkan Hasil Verifikasi Kenaikan Kelas 2025/2026
- Azkayra Sabet Juara 1 Pidato Bahasa Indonesia Porseni Madrasah Tingkat Kota Banjar
- Di Balik Keterbatasan, Guru Disabilitas Netra MIN 1 Kota Banjar Buktikan Dedikasi Tanpa Batas
- Kemenag Kota Banjar Semarakan Pawai Kendaraan Dalam Rangka Memperingati 1 Muharam 1448 H.
- MTsN 3 Banjar Gelar Rapat Kenaikan Kelas, Tekankan Pembentukan Akhlakul Karimah
Di Balik Keterbatasan, Guru Disabilitas Netra MIN 1 Kota Banjar Buktikan Dedikasi Tanpa Batas

Hegarsari (KEMENAG) Sebuah cahaya terang menerangi ruang kelas MIN 1 Kota Banjar. Bukan hanya dari lampu atau sinar matahari pagi, melainkan dari semangat membara seorang aparatur sipil negara (ASN) yang membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk berkarya dan mencerdaskan anak bangsa.
Di tengah hiruk-pikuk aktivitas madrasah, terdapat sebuah kisah inspiratif yang mengalir deras. Seorang guru dengan disabilitas netra (tunanetra) terlihat lincah berinteraksi dengan para siswa, membimbing mereka dengan metode khusus, serta menunjukkan bahwa tekad yang kuat mampu mengalahkan segala rintangan.
Baca Lainnya :
- MTsN 3 Banjar Gelar Rapat Kenaikan Kelas, Tekankan Pembentukan Akhlakul Karimah0
- Bukan Sekadar Mengajar, tapi Menjadi Pelita: Kisah Seorang Guru Kristen yang Hati dan Dedikasinya Bersinar di MTsN 2 Kota Banjar0
- Siswa MTsN 2 Banjar Lolos Seleksi dan Dikukuhkan sebagai Peserta Jambore Nasional XII Tahun 20260
- Sapa Juara PORSENI, Kepala MTsN 2 Banjar: Kalian Adalah Investasi Masa Depan yang Tak Ternilai0
- Peduli Lingkungan, Siswa MTsN 1 Kota Banjar Bagikan Bibit Lengkeng Hasil Semai Limbah MBG kepada Warga0
Ia adalah Lulu Imas Fufah, pengampu mata pelajaran Guru Kelas di MIN 1 Kota Banjar. Dengan berbekal laptop yang dilengkapi screen reader perangkat lunak pembaca layar dan ingatan yang tajam, Lulu Imas Fufah mampu menyampaikan materi pelajaran dengan jelas dan penuh antusiasme .
"Keterbatasan ini justru menjadi motivasi bagi saya untuk terus berkarya. Saya ingin menunjukkan kepada siswa bahwa tidak ada kata tidak bisa jika kita mau berusaha. Saya mendengar, saya hafal, dan saya transfer ilmu itu kepada anak-anak," ujar Lulu Imas Fufah dengan penuh haru saat ditemui di ruang guru, Senin, (15/6).
Plt. Kepala MIN 1 Kota Banjar, Marsimin, mengaku bangga memiliki sosok guru dengan dedikasi tinggi seperti Lulu Imas Fufah. Meskipun memiliki kebutuhan khusus, beliau mampu beradaptasi dengan cepat dan menggunakan metode pembelajaran yang kreatif, seperti lebih mengandalkan media audio dan diskusi lisan yang interaktif.
"Dia adalah inspirasi bagi kami semua. Awalnya mungkin ada kekhawatiran, namun faktanya Dia mampu mengelola kelas dengan sangat baik. Para siswa justru sangat antusias dan memiliki empati serta rasa hormat yang tinggi. Ini bukti bahwa madrasah inklusif bukan hanya wacana," tegas Kepala Madrasah.
Salah satu siswi, Dina Lailatul Haniyah, mengaku awalnya kaget namun kini sangat mengagumi gurunya. "Ibu Lulu Imas Fufah mengajarnya asyik. Beliau hafal nama kita semua hanya dari suara. Kami jadi lebih semangat belajar karena melihat perjuangan beliau," ungkapnya polos.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Banjar, H. Ahmad Fikri Firdaus mengatakan, kisah Lulu Imas Fufah ini menjadi bukti nyata komitmen Kementerian Agama dalam mendorong keterwakilan penyandang disabilitas di lingkungan ASN serta mewujudkan madrasah yang ramah dan inklusif bagi semua.
"Dedikasinya di MIN 1 Kota Banjar menjadi teladan bahwa nilai seorang guru diukur dari ketulusan hatinya, bukan sempurnanya indra penglihatan." Kata A Fikri.
Kontributor : Dudi/Aep


.png)





.png)
.png)

.png)
