- MIN 2 Kota Banjar Gelar BIAS 2026: Vaksin Campak untuk Kelas I dan HPV untuk Kelas V
- MIN 2 Kota Banjar Peringati Maulid Nabi, Kepala Madrasah Ajak Teladani Akhlak Rasulullah
- Tampil Percaya Diri di Panggung Porseni, Repa Margareta Bawa Pesan Pentingnya Kejujuran dan Amanah untuk Generasi Muda
- Wali Kota Banjar Lepas 169 Peserta Porseni: Titip Jaga Kesehatan dan Yakinlah pada Potensi Diri
- Kepala Kemenag Kota Banjar: Porseni Momentum Lahirkan Generasi Unggul dan Madrasah Berdampak
- Yayasan Pendidikan Islam Darul Ulum Gelar Upacara Peringatan Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026
- Membanggakan! Siswa MIN 3 Kota Banjar Rexa Tri Sundara Setia Gumelar Raih Juara 1 Liga TopSkor National Championship 2026
- MIN 2 Kota Banjar Gelar Story Telling for Character Building bersama KNRP Jabar, Tanamkan Nilai Kepedulian Sejak Dini
- Kobaran Api Unggun Hangatkan Malam Puncak LT I Pangkalan MIN 2 Kota Banjar
- Semarakkan HUT RI ke-81, IGRA Kota Banjar Ikuti Pawai Alegoris 2026
Masjid Menuju Era Kemandirian: Inovasi Pengelolaan Fasilitas dan Pelayanan Demi Kemakmuran Jamaah

Kota Banjar (Humas) - Upaya mewujudkan masjid yang mandiri, profesional, dan berorientasi pada pelayanan jamaah terus digencarkan Kementerian Agama melalui program penguatan kapasitas pengelola masjid. Salah satunya tampak dalam kegiatan Pelatihan Peningkatan Kompetensi SDM Masjid yang digelar di Pangandaran dan diikuti oleh para pengelola serta penyuluh agama dari berbagai daerah.
Baca Lainnya :
- Kecamatan Langensari Gelar Apel Gabungan: KUA Langensari Turut Hadir, Koramil 1318 Bertindak sebagai Petugas0
- BAZNAS Kota Banjar Genap 25 Tahun: Perjalanan Panjang dalam Pelayanan Zakat yang Amanah0
- Takmir Diperkuat, Kemenag Dorong Pengelolaan Masjid yang Lebih Profesiona0
- Menyucikan Hati: Kunci Kesiapan Menyambut Datangnya Bulan Suci0
- Pengelolaan Profesional Hisab Rukyat Berbasis Aplikasi0
Salah satu peserta, Ujang Saepurrahman, S.Ag., Penyuluh Agama Islam KUA Langensari, menilai bahwa pelatihan ini menjadi langkah strategis dalam mendorong transformasi tata kelola masjid. Menurutnya, masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah ritual, tetapi juga pusat pemberdayaan dan pelayanan umat.
“Kemandirian masjid bukan hanya soal finansial, tetapi juga tentang kemampuan mengelola fasilitas, meningkatkan layanan, dan menjawab kebutuhan sosial jamaah. Pelatihan ini membuka wawasan kami bahwa masjid harus dikelola secara profesional tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman,” ujar Ujang.
Dalam sesi diskusi, para peserta mendapatkan materi mengenai manajemen aset masjid, digitalisasi layanan, peningkatan kualitas SDM, hingga strategi menciptakan program pemberdayaan yang berkelanjutan. Ujang menambahkan bahwa inovasi dan kreativitas menjadi kunci bagi masjid untuk tetap relevan di era modern.
“Masjid yang makmur adalah masjid yang mampu memberikan manfaat langsung bagi jamaahnya. Dengan pengelolaan yang terstruktur dan inovatif, insyaallah masjid dapat menjadi ruang aman, nyaman, dan produktif bagi masyarakat,” tambahnya.
Kegiatan yang berlangsung sepanjang hari tersebut juga menekankan pentingnya kolaborasi antara takmir, penyuluh, pemerintah daerah, dan masyarakat. Transformasi masjid, menurut para narasumber, menuntut sinergi agar program-program yang dirancang dapat berjalan efektif.
Pelatihan ini diharapkan menjadi pemicu lahirnya inovasi di masjid-masjid wilayah Jawa Barat, terutama dalam meningkatkan pelayanan dan memperkuat peran masjid sebagai pusat peradaban. Kementerian Agama menegaskan bahwa penguatan SDM merupakan fondasi penting dalam mewujudkan visi tersebut.
Dengan semangat kemandirian dan profesionalisme, para peserta termasuk Ujang Saepurrahman siap membawa pembaruan dan praktik terbaik ke lingkungan masing-masing demi kemakmuran jamaah dan kemajuan pengelolaan masjid di Indonesia.
Kontributor : Raditia


.png)





.png)

.png)

.png)