- MIN 2 Kota Banjar Gelar BIAS 2026: Vaksin Campak untuk Kelas I dan HPV untuk Kelas V
- MIN 2 Kota Banjar Peringati Maulid Nabi, Kepala Madrasah Ajak Teladani Akhlak Rasulullah
- Tampil Percaya Diri di Panggung Porseni, Repa Margareta Bawa Pesan Pentingnya Kejujuran dan Amanah untuk Generasi Muda
- Wali Kota Banjar Lepas 169 Peserta Porseni: Titip Jaga Kesehatan dan Yakinlah pada Potensi Diri
- Kepala Kemenag Kota Banjar: Porseni Momentum Lahirkan Generasi Unggul dan Madrasah Berdampak
- Yayasan Pendidikan Islam Darul Ulum Gelar Upacara Peringatan Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026
- Membanggakan! Siswa MIN 3 Kota Banjar Rexa Tri Sundara Setia Gumelar Raih Juara 1 Liga TopSkor National Championship 2026
- MIN 2 Kota Banjar Gelar Story Telling for Character Building bersama KNRP Jabar, Tanamkan Nilai Kepedulian Sejak Dini
- Kobaran Api Unggun Hangatkan Malam Puncak LT I Pangkalan MIN 2 Kota Banjar
- Semarakkan HUT RI ke-81, IGRA Kota Banjar Ikuti Pawai Alegoris 2026
Menyucikan Hati: Kunci Kesiapan Menyambut Datangnya Bulan Suci

Kota Banjar (Humas) - Dalam rangka meningkatkan kesiapan spiritual menjelang datangnya bulan suci, RSUD Asih Husada Kota Banjar menggelar kegiatan Pembinaan Akhlak Pegawai dan Staf, Rabu (4/2/2026). Kegiatan ini menghadirkan Mustopa Habib, S.Sy., Penyuluh Agama Islam KUA Langensari, sebagai pemateri utama.
Dalam pemaparannya, Mustopa Habib menekankan bahwa penyucian hati merupakan langkah awal yang tidak dapat ditawar dalam menyambut bulan penuh rahmat. Menurutnya, persiapan menyambut bulan suci bukan hanya bersifat lahiriah, tetapi lebih penting lagi adalah kesiapan batin.
Baca Lainnya :
- Pengelolaan Profesional Hisab Rukyat Berbasis Aplikasi0
- Menuju Masjid Lebih Profesional, Takmir Gencarkan Peningkatan Kinerja0
- Langkah Awal Pembangunan, Arah Kiblat Mushalla Al-Mubarok Kota Banjar Ditentukan0
- Kajian Fikih: Pembahasan Khulu Berdasarkan Kitab Al-Bajuri0
- KUA Langensari dan CDK Wilayah 7 Laksanakan Program Pepeling dan Leuweung Hejo di Sport Center Langensari0
“Menyucikan hati itu ibarat membersihkan wadah sebelum diisi dengan sesuatu yang berharga. Jika hati kita belum jernih, bagaimana mungkin kita mampu menerima limpahan pahala dan keberkahan di bulan suci?” ujarnya di hadapan peserta pembinaan.
Ia juga menegaskan bahwa akhlak yang baik tidak dapat hadir secara instan, melainkan melalui pembiasaan dan kesungguhan. “Akhlak adalah cerminan dari kebersihan hati. Ketika hati bersih, perilaku akan mengikuti. Inilah yang perlu kita bangun mulai hari ini, agar ketika bulan suci tiba, kita telah siap secara ruhani maupun sosial,” tambahnya.
Sebagai penyuluh agama, Mustopa Habib mengajak seluruh pegawai untuk menjadikan momentum ini sebagai refleksi diri. “Mari kita jadikan kesempatan ini untuk memperbaiki hubungan dengan Allah dan sesama manusia. Kesucian hati bukan hanya untuk pribadi, tetapi berdampak pada lingkungan kerja yang lebih harmonis dan penuh keberkahan,” tuturnya.
Kegiatan pembinaan akhlak tersebut mendapat apresiasi dari para pegawai RSUD Asih Husada, yang menilai materi yang disampaikan relevan dengan kebutuhan peningkatan kualitas spiritual di tengah tuntutan pekerjaan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh pegawai dapat menyongsong datangnya bulan suci dengan kesiapan hati, jiwa, dan akhlak yang lebih baik, sejalan dengan semangat Kementerian Agama dalam membina kehidupan beragama yang harmonis dan berkarakter.
Kontributor : Raditia


.png)





.png)

.png)

.png)