- Kakankemenag Banjar Dorong Lahirnya Generasi Qurani di Sidang Tahfidz SMP IT Insantama
- Kakankemenag Kota Banjar Sampaikan Pesan Idul Adha di Desa Mekarharja, Dihadiri Gubernur Jabar
- MIS Binangun Dinilai Tim Asesor BAN PDM, Upaya Wujudkan Mutu Pendidikan Berkualitas
- Kepala Kemenag Kota Banjar Ucapkan Selamat kepada 47 CPNS yang Dilantik Jadi PNS
- Ratusan Siswa dan Guru MTsN 1 Banjar Semarakan Milad ke-58 dengan Jalan Santai
- Siswa MTsN 1 Banjar Meriahkan Milad ke-58 dengan Bazar Makanan Hasil Karya Sendiri
- Milad ke-58 MTsN 1 Kota Banjar, Kasubbag Tu Kankemenag: Bentuk Rasa Syukur atas Perjalanan Panjang Madrasah
- Kasubbag Tu Kankemenag Kota Banjar: Harkitnas 2026 Momentum Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara
- Kakankemenag Banjar: Pesantren Harus Jadi Rumah Aman bagi Santri, Tidak Ada Toleransi untuk Kekerasan Seksual
- Usung Moderasi Beragama, Kemenag Kota Banjar Gelar Nobar Damai Persija vs Persib 10 Mei 2026
Menyucikan Hati: Kunci Kesiapan Menyambut Datangnya Bulan Suci

Kota Banjar (Humas) - Dalam rangka meningkatkan kesiapan spiritual menjelang datangnya bulan suci, RSUD Asih Husada Kota Banjar menggelar kegiatan Pembinaan Akhlak Pegawai dan Staf, Rabu (4/2/2026). Kegiatan ini menghadirkan Mustopa Habib, S.Sy., Penyuluh Agama Islam KUA Langensari, sebagai pemateri utama.
Dalam pemaparannya, Mustopa Habib menekankan bahwa penyucian hati merupakan langkah awal yang tidak dapat ditawar dalam menyambut bulan penuh rahmat. Menurutnya, persiapan menyambut bulan suci bukan hanya bersifat lahiriah, tetapi lebih penting lagi adalah kesiapan batin.
Baca Lainnya :
- Pengelolaan Profesional Hisab Rukyat Berbasis Aplikasi0
- Menuju Masjid Lebih Profesional, Takmir Gencarkan Peningkatan Kinerja0
- Langkah Awal Pembangunan, Arah Kiblat Mushalla Al-Mubarok Kota Banjar Ditentukan0
- Kajian Fikih: Pembahasan Khulu Berdasarkan Kitab Al-Bajuri0
- KUA Langensari dan CDK Wilayah 7 Laksanakan Program Pepeling dan Leuweung Hejo di Sport Center Langensari0
“Menyucikan hati itu ibarat membersihkan wadah sebelum diisi dengan sesuatu yang berharga. Jika hati kita belum jernih, bagaimana mungkin kita mampu menerima limpahan pahala dan keberkahan di bulan suci?” ujarnya di hadapan peserta pembinaan.
Ia juga menegaskan bahwa akhlak yang baik tidak dapat hadir secara instan, melainkan melalui pembiasaan dan kesungguhan. “Akhlak adalah cerminan dari kebersihan hati. Ketika hati bersih, perilaku akan mengikuti. Inilah yang perlu kita bangun mulai hari ini, agar ketika bulan suci tiba, kita telah siap secara ruhani maupun sosial,” tambahnya.
Sebagai penyuluh agama, Mustopa Habib mengajak seluruh pegawai untuk menjadikan momentum ini sebagai refleksi diri. “Mari kita jadikan kesempatan ini untuk memperbaiki hubungan dengan Allah dan sesama manusia. Kesucian hati bukan hanya untuk pribadi, tetapi berdampak pada lingkungan kerja yang lebih harmonis dan penuh keberkahan,” tuturnya.
Kegiatan pembinaan akhlak tersebut mendapat apresiasi dari para pegawai RSUD Asih Husada, yang menilai materi yang disampaikan relevan dengan kebutuhan peningkatan kualitas spiritual di tengah tuntutan pekerjaan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh pegawai dapat menyongsong datangnya bulan suci dengan kesiapan hati, jiwa, dan akhlak yang lebih baik, sejalan dengan semangat Kementerian Agama dalam membina kehidupan beragama yang harmonis dan berkarakter.
Kontributor : Raditia


.png)





.png)

.png)
.png)
