KakanKemenag Banjar: Pesantren Harus Jadi Ekosistem Solusi Pendidikan, Adaptif dan Terdepan

31 Mei 2026, 11:07:16 WIB Keagamaan
KakanKemenag Banjar: Pesantren Harus Jadi Ekosistem Solusi Pendidikan, Adaptif dan Terdepan

Cirebon (KEMENAG) Ratusan pengasuh pondok pesantren dari wilayah Banjar, Ciamis, Cimahi, Tasikmalaya, Bandung, Garut, Cianjur, dan Sukabumi berkumpul di Joglo Agung Pesantren Bina Insan Mulia 2 Cirebon, Sabtu (30/5). Mereka mengikuti Workshop Pengasuh Pesantren yang dibuka resmi oleh Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Barat, H. Dudu Rohman.

Dalam sambutan pembukaannya, Kakanwil Kemenag Jabar mengapresiasi inisiatif workshop ini. Ia menyebut pengasuh adalah nahkoda utama pesantren. 

"Kualitas pesantren ke depan sangat bergantung pada visi dan gerak para kyai," ujarnya

Baca Lainnya :

Ia juga menyebut bahwa penguatan pesantren harus dimulai dari dalam: manajemen modern, penguatan karakter santri, dan kolaborasi lintas sektor.

"Dengan semangat transformasi ini, diharapkan pesantren di Jawa Barat mampu menjadi pusat pendidikan yang melahirkan generasi emas 2045: berilmu, berakhlak, mandiri, dan membawa manfaat luas bagi bangsa dan negara," Tegasnya. 

Sementara itu, H. Ahmad Fikri Firdaus, Kepala Kankemenag Kota Banjar hadir dan menyampaikan pesan strategis terkait arah penguatan pesantren ke depan.

Dalam pemaparannya, H. Ahmad Fikri Firdaus menekankan 5 poin penting bagi pengasuh pesantren agar lembaga pendidikan Islam ini tetap relevan dan berdaya saing. Menurutnya kelima point tersebut adalah, Pemberdayaan Pesantren, Membangun Ekosistem Pesantren, Transformasi Pendidikan di Pesantren, Adaptif dengan Kondisi Hari Ini, Pesantren Menjadi Solusi dan Terdepan.

“Hari ini pesantren bukan lagi pilihan kedua. Pesantren adalah solusi pendidikan yang menjawab krisis karakter dan moral. Kita harus memastikan pesantren menjadi yang terdepan dalam mencetak generasi Qur’ani, moderat, berdaya saing global, dan cinta tanah air.” Kata A. Fikri 

 

Kontributor : Aep S.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment