- Sibuk Jadi Ketua OSIS, Tetap Juara: Avita Bukti Proses Tak Mengkhianati Hasil di ASAT MTsN 2 Banjar
- Sambil Ngopi Bareng: 47 PNS Baru Kemenag Kota Banjar Dibina di Cafe Papi Mami
- Tugas Mulia Lintas Iman: Kisah PNS Kemenag Banjar Non-Muslim yang Mengajar di Madrasah
- PNS 100%: Energi Baru, Semangat Baru, Kakankemenag Banjar Titip 7 Amanah
- Persiapan Matang, PORSENI Madrasah Kota Banjar Digelar 10-12 Juni 2026
- Siswa MI dan MTs Kota Banjar Jalani ASAT dengan Tenang dan Tertib
- Lulus Tanpa Corat-Coret, MTsN 3 Kota Banjar Umumkan Kelulusan Kelas IX Secara Online
- Perkuat Peran Penyuluh, Kakankemenag Banjar: Penyuluh Garda Terdepan Harmonisasi Umat
- Capai 52 Ton Daging, Kemenag Banjar Laporkan 1.257 Hewan Qurban Idul Adha 1447 H Tersebar ke 56.973 Warga
- Kemenag Banjar Tebar Qurban: 2 Ekor Kambing Dibagikan ke Warga Sekitar Kantor
Sibuk Jadi Ketua OSIS, Tetap Juara: Avita Bukti Proses Tak Mengkhianati Hasil di ASAT MTsN 2 Banjar

Langensari (KEMENAG) Sejak 25 Mei sampai 4 Juni 2026, ruang kelas MTsN 2 Kota Banjar jadi saksi kerja keras siswa. ASAT atau Asesmen Sumatif Akhir Tahun digelar. Hasilnya penentu langkah siswa ke jenjang berikutnya.
Di tengah ratusan peserta ASAT, ada satu nama yang ceritanya bikin merinding, Avita Nur Khalifah. Siswa ini bukan cuma berjuang untuk nilai, tapi juga mengemban amanah berat sebagai Ketua OSIS MTsN 2 Banjar.
Jalan Avita nggak mulus. Bayangin: materi ASAT numpuk, tugas sekolah deadline, rasa lelah datang silih berganti. Di sisi lain, ia harus jadi “jembatan” semua program sekolah. Rapat OSIS, koordinasi kegiatan, pastikan acara jalan. Dua beban, satu waktu. Tapi Avita pilih maju, bukan mundur.
Baca Lainnya :
- Sambil Ngopi Bareng: 47 PNS Baru Kemenag Kota Banjar Dibina di Cafe Papi Mami0
- PNS 100%: Energi Baru, Semangat Baru, Kakankemenag Banjar Titip 7 Amanah0
- Persiapan Matang, PORSENI Madrasah Kota Banjar Digelar 10-12 Juni 2026 0
- Siswa MI dan MTs Kota Banjar Jalani ASAT dengan Tenang dan Tertib0
- Lulus Tanpa Corat-Coret, MTsN 3 Kota Banjar Umumkan Kelulusan Kelas IX Secara Online0
Sejak beberapa minggu sebelum ASAT, ia bikin jadwal belajar sendiri. Waktu luang dipakainya untuk mengulang materi, mengerjakan latihan soal, diskusi dengan guru dan teman. Kuncinya satu: konsisten, sedikit tapi tiap hari.
“Awalnya saya khawatir. Tugas OSIS banyak, materi ASAT juga banyak. Tapi saya belajar membagi waktu seefektif mungkin. Belajar sedikit-sedikit tiap hari biar lebih siap,” cerita Avita usai ujian, Selasa (3/6).
Bagi Avita, ASAT bukan cuma tes akademik. Ini ujian manajemen waktu, ketekunan, dan mental.
“Saya jadi paham, setiap proses yang dijalani sungguh-sungguh pasti ada hasilnya. Bisa berupa nilai bagus, bisa juga pengalaman yang bikin kita dewasa,” ujarnya.
Kisah Avita jadi tamparan halus buat kita semua: sukses itu nggak instan. Butuh usaha, sabar, dan komitmen. Ungkapan “proses tidak mengkhianati hasil” bukan slogan tempel dinding. Avita wujudkan lewat aksi nyata, antara tumpukan buku dan notulen rapat OSIS.
Kepala MTsN 2 Kota Banjar, Hj. Dida Hasanah mengapresiasi semangat siswanya. “Avita membuktikan siswa madrasah bisa cerdas akademik, aktif organisasi, berakhlak. Ini teladan. Semoga jadi pemicu teman-temannya untuk hargai proses dan terus berikhtiar.” Kata Dida.
Dengan semangat Avita, MTsN 2 Banjar berharap seluruh siswa makin termotivasi. Rajin belajar, aktif berorganisasi, dan yakin: selama prosesnya benar, hasil terbaik akan mengikuti.
Kontributor: Rohmat/Aep


.png)





.png)

.png)
.png)
