Katim KUB Kanwil Kemenag Jabar: Moderasi Beragama Benteng Faham Radikal, Paparkan 5 Kegiatan Prioritas di Hadapan Ormas Pemuda Banjar

24 Apr 2026, 15:30:54 WIB Keagamaan
Katim KUB Kanwil Kemenag Jabar: Moderasi Beragama Benteng Faham Radikal, Paparkan 5 Kegiatan Prioritas di Hadapan Ormas Pemuda Banjar

Purwaharja (KEMENAG) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat diwakili Ketua Tim Kerja Kerukunan Umat Beragama, H. Hari Teguh Prasetya, didampingi Kepala Kankemenag Kota Banjar, H. Ahmad Fikri Firdaus, menegaskan pentingnya moderasi beragama sebagai benteng utama menangkal faham radikal. Hal itu disampaikan dalam Dialog Kebangsaan yang digelar Polda Jabar di Aula Presisi Polres Banjar, Jumat (24/4).

Kegiatan diikuti unsur seluruh organisasi masyarakat dan komunitas pemuda se-Kota Banjar. Hadir pula jajaran Polres Banjar dan tokoh lintas agama.

Dalam materinya bertajuk “Moderasi Beragama sebagai Benteng Faham Radikal”, Hari Teguh Prasetya menjelaskan bahwa moderasi beragama adalah cara beragama yang wasathiyah: tidak ekstrem, menjunjung toleransi, dan komitmen pada NKRI. 

Baca Lainnya :

“Faham radikal tumbuh dari cara pandang keagamaan yang kaku, merasa paling benar, dan menolak perbedaan. Moderasi beragama hadir sebagai benteng agar pemuda tidak mudah terpapar narasi kebencian dan kekerasan atas nama agama,” tegasnya.

Di hadapan para aktivis ormas dan komunitas pemuda, Hari Teguh memaparkan 5 kegiatan prioritas Kementerian Agama dalam penguatan moderasi beragama:

1. Penguatan cara pandang, sikap, dan praktik beragama jalan tengah  

   Mendorong umat beragama mengambil posisi tawassuth, tawazun, tasamuh, dan i’tidal dalam beragama, sehingga tidak mudah terprovokasi isu SARA.

2. Penguatan harmonisasi dan Kerukunan Umat Beragama (KUB)  

   Memperkuat peran FKUB, rumah ibadah, dan tokoh agama sebagai simpul dialog lintas iman untuk mencegah konflik dan membangun saling percaya.

3. Penyelarasan relasi agama dan budaya  

   Menegaskan bahwa agama dan budaya lokal tidak saling menegasikan. Kearifan lokal justru menjadi modal sosial merawat kerukunan.

4. Peningkatan kualitas pelayanan kehidupan beragama  

   Memastikan layanan keagamaan dari pemerintah hadir secara adil, cepat, dan tidak diskriminatif untuk semua pemeluk agama.

5. Pengembangan ekonomi dan sumber daya manusia  

   Mengintegrasikan nilai moderasi beragama dalam pemberdayaan ekonomi umat dan peningkatan kapasitas SDM, agar pemuda punya daya tahan terhadap propaganda radikal.

“Kalau pemuda kita sejahtera, terdidik, dan punya ruang ekspresi positif, pintu masuk radikalisme akan tertutup,” tambah Hari Teguh.

Ia mengajak seluruh ormas kepemudaan di Kota Banjar menjadi pelopor moderasi beragama. “Banjar harus tetap kondusif. Caranya, kita rawat dialog, kita lawan hoaks keagamaan, dan kita isi ruang publik dengan narasi damai. " Pungkasnya.

Dalam kegiatan tersebut hadir pula narasumber dari unsur Polda Jawa Barat, Kesbangpol Provinsi Jawa Barat dan Ketua MUI Provinsi Jawa Barat. 


Kontributor : Aep S.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment