Ratusan Kepala dan Guru MTs se-Kota Banjar Ikuti Pembinaan, KakanKemenag: MTs Pilar Pembentuk Generasi Berilmu dan Berkarakter

24 Apr 2026, 08:07:08 WIB Pendidikan
Ratusan Kepala dan Guru MTs se-Kota Banjar Ikuti Pembinaan, KakanKemenag: MTs Pilar Pembentuk Generasi Berilmu dan Berkarakter

Parunglesang (KEMENAG) Sebanyak 250 kepala dan guru Madrasah Tsanawiyah se-Kota Banjar mengikuti pembinaan yang digelar Kantor Kementerian Agama Kota Banjar, Rabu (22/4) di MTsN 1 Banjar.

Kepala Kantor Kemenag Kota Banjar, H. Ahmad Fikri Firdaus, SE, MM, dalam arahannya menegaskan bahwa MTs bukan sekadar jenjang setara SMP. “Kita tidak hanya menyelenggarakan pendidikan menengah pertama. Kita sedang membentuk fase krusial dalam kehidupan anak-anak kita, fase di mana cara berpikir, sikap hidup, dan identitas keagamaan mulai terbentuk secara lebih sadar dan mendalam,” ujarnya.

A Fikri menekankan reposisi MTs sebagai pilar strategis dalam sistem pendidikan nasional di bawah binaan Kemenag RI. MTs, kata dia, adalah institusi pembentuk keseimbangan antara ilmu, iman, dan karakter pada fase remaja yang sangat menentukan arah masa depan.“Pada jenjang MTs, integrasi kurikulum harus bergerak lebih dalam. Peserta didik tidak hanya menerima pengetahuan, tetapi mulai diajak berpikir kritis, memahami nilai, dan menginternalisasikannya dalam kehidupan,” jelasnya.

Baca Lainnya :

Dalam pembinaan tersebut, Fikri meminta Asta Protas Kemenag RI diterjemahkan dalam praktik nyata di MTs. Penguatan moderasi beragama, peningkatan kualitas layanan pendidikan, literasi keagamaan, dan transformasi digital harus hadir dalam budaya madrasah dan proses pembelajaran sehari-hari.Ia juga menyoroti pentingnya kepemimpinan transformasional. Kepala madrasah didorong menjadi pemimpin yang visioner dan inspiratif. “KKMTs perlu diperkuat sebagai komunitas belajar bersama, tempat berbagi praktik baik, dan ruang kolaborasi untuk meningkatkan mutu madrasah secara kolektif dan berkelanjutan,” tambah A Fikri.

Menghadapi perubahan zaman, A Fikri juga mengajak para guru MTs menghadirkan pembelajaran inovatif berbasis teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai utama pendidikan Islam. Di saat yang sama, madrasah harus membangun kolaborasi dengan orang tua dan masyarakat agar pembinaan karakter remaja berjalan utuh dan berkesinambungan.“Proses pembelajaran harus melahirkan generasi yang cerdas secara intelektual, matang secara spiritual, dan kuat secara karakter,” tegasnya.

Menutup pembinaan, A Fikri menyampaikan bahwa kualitas pembinaan generasi remaja hari ini sangat menentukan masa depan bangsa. “Jika Madrasah Tsanawiyah kita kuat, maka kita sedang menyiapkan peradaban yang cerdas, berakhlak, dan bermartabat,” pungkasnya.

 

Kontributor : Aep S.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment