- Kemenag Kota Banjar Lepas Purna Bakti H. Towilatun, S.Ag. Usai 33 Tahun Mengabdi
- MTsN 2 Kota Banjar Tetapkan 100 Persen Peserta Didik Kelas VII dan VIII Naik Kelas
- MTsN 2 Kota Banjar Buka Pendaftaran 2026, Kepala Madrasah: Kombinasi Kelas Digital, Pesantren, dan 3 Bahasa Siap Lahirkan Generasi Luhur Moral
- MTsN 3 Kota Banjar Buka Pendaftaran Murid Baru TP 2026/2027, Siap Lahirkan Generasi Unggul Berkarakter
- MAN Kota Banjar Buka Pendaftaran PMBM Tahun Ajaran 2026/2027, Tawarkan Program Plus Keterampilan
- Menyambut Tahun Ajaran Baru, MAN Banjar Segera Umumkan Hasil Verifikasi Kenaikan Kelas 2025/2026
- Azkayra Sabet Juara 1 Pidato Bahasa Indonesia Porseni Madrasah Tingkat Kota Banjar
- Di Balik Keterbatasan, Guru Disabilitas Netra MIN 1 Kota Banjar Buktikan Dedikasi Tanpa Batas
- Kemenag Kota Banjar Semarakan Pawai Kendaraan Dalam Rangka Memperingati 1 Muharam 1448 H.
- MTsN 3 Banjar Gelar Rapat Kenaikan Kelas, Tekankan Pembentukan Akhlakul Karimah
Ratusan Kepala dan Guru MTs se-Kota Banjar Ikuti Pembinaan, KakanKemenag: MTs Pilar Pembentuk Generasi Berilmu dan Berkarakter

Parunglesang (KEMENAG) Sebanyak 250
kepala dan guru Madrasah Tsanawiyah se-Kota Banjar mengikuti pembinaan yang
digelar Kantor Kementerian Agama Kota Banjar, Rabu (22/4) di MTsN 1 Banjar.
Kepala Kantor Kemenag Kota Banjar, H.
Ahmad Fikri Firdaus, SE, MM, dalam arahannya menegaskan bahwa MTs bukan sekadar
jenjang setara SMP. “Kita tidak hanya menyelenggarakan pendidikan menengah
pertama. Kita sedang membentuk fase krusial dalam kehidupan anak-anak kita, fase
di mana cara berpikir, sikap hidup, dan identitas keagamaan mulai terbentuk
secara lebih sadar dan mendalam,” ujarnya.
A Fikri menekankan reposisi MTs
sebagai pilar strategis dalam sistem pendidikan nasional di bawah binaan
Kemenag RI. MTs, kata dia, adalah institusi pembentuk keseimbangan antara ilmu,
iman, dan karakter pada fase remaja yang sangat menentukan arah masa
depan.“Pada jenjang MTs, integrasi kurikulum harus bergerak lebih dalam.
Peserta didik tidak hanya menerima pengetahuan, tetapi mulai diajak berpikir
kritis, memahami nilai, dan menginternalisasikannya dalam kehidupan,” jelasnya.
Baca Lainnya :
- A Fikri : RA Titik Mula Peradaban, Transformasi Peran Strategis Jadi Fondasi Pendidikan Keagamaan Usia Dini0
- Kakankemenag Kota Banjar: PMII Harus Hadir dengan Aksi Nyata Kawal Pembangunan Daerah0
- Siswi MI Banjar 2 Raih Juara 1 di Ajang Internasional Bersama Akademi Persib Putri0
- LCC 4 Pilar MPR RI Tingkat Provinsi Jawa Barat, Siswa MAN Wakili Kota Banjar0
- Jaga Kualitas Ujian, Kepala Kankemenag Tegaskan Lima Elemen Penting Evaluasi Madrasah0
Dalam pembinaan tersebut, Fikri
meminta Asta Protas Kemenag RI diterjemahkan dalam praktik nyata di MTs.
Penguatan moderasi beragama, peningkatan kualitas layanan pendidikan, literasi
keagamaan, dan transformasi digital harus hadir dalam budaya madrasah dan
proses pembelajaran sehari-hari.Ia juga menyoroti pentingnya kepemimpinan transformasional.
Kepala madrasah didorong menjadi pemimpin yang visioner dan inspiratif. “KKMTs
perlu diperkuat sebagai komunitas belajar bersama, tempat berbagi praktik baik,
dan ruang kolaborasi untuk meningkatkan mutu madrasah secara kolektif dan berkelanjutan,”
tambah A Fikri.
Menghadapi perubahan zaman, A Fikri juga
mengajak para guru MTs menghadirkan pembelajaran inovatif berbasis teknologi
tanpa meninggalkan nilai-nilai utama pendidikan Islam. Di saat yang sama,
madrasah harus membangun kolaborasi dengan orang tua dan masyarakat agar
pembinaan karakter remaja berjalan utuh dan berkesinambungan.“Proses
pembelajaran harus melahirkan generasi yang cerdas secara intelektual, matang
secara spiritual, dan kuat secara karakter,” tegasnya.
Menutup pembinaan, A Fikri
menyampaikan bahwa kualitas pembinaan generasi remaja hari ini sangat
menentukan masa depan bangsa. “Jika Madrasah Tsanawiyah kita kuat, maka kita
sedang menyiapkan peradaban yang cerdas, berakhlak, dan bermartabat,”
pungkasnya.
Kontributor : Aep S.


.png)





.png)
.png)

.png)
